Penerapan Experiential Learning Theory (ELT) dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar: Studi Pustaka
Main Article Content
Abstract
Pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah dasar masih sering didominasi oleh pendekatan konvensional yang bersifat teoritis dan minim keterlibatan langsung siswa dengan situasi nyata. Hal ini menghambat internalisasi nilai-nilai kewarganegaraan yang seharusnya dibentuk melalui pengalaman yang kontekstual dan reflektif. Untuk menjawab tantangan tersebut, artikel ini menyajikan kajian pustaka tentang penerapan Experiential Learning Theory (ELT) yang dikembangkan oleh David Kolb sebagai pendekatan alternatif yang lebih bermakna dalam pembelajaran PKn di sekolah dasar. Kajian ini menganalisis secara kritis empat tahapan utama dalam ELT yakni pengalaman konkret, refleksi observasional, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan karakteristik kognitif dan afektif siswa sekolah dasar. Temuan dari berbagai literatur menunjukkan bahwa penerapan ELT dalam konteks Pancasila mampu mendorong partisipasi aktif siswa, meningkatkan pemahaman konsep pancasila, serta membentuk sikap kritis dan karakter demokratis melalui pembelajaran yang berpusat pada pengalaman nyata. Artikel ini menawarkan kontribusi baru berupa argumentasi integratif antara teori pembelajaran dan pendidikan karakter pancasila di tingkat dasar. Dengan demikian, artikel ini merekomendasikan integrasi prinsip-prinsip ELT dalam desain kurikulum, pelatihan guru, dan pengembangan media pembelajaran PKn yang lebih kontekstual dan transformatif.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.